DIALEKSIS.COM | Dialektika - Satu per satu lembaga keistimewaan Aceh mulai kembali bergerak. Majelis Adat Aceh (MAA) telah dikukuhkan, menandai adanya upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali instrumen-instrumen penting dalam menjaga kekhususan Tanah Rencong. Namun di tengah langkah itu, ada satu lembaga yang justru masih tertahan tanpa kepastian: Majelis Pendidikan Aceh (MPA).
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Di saat Pemerintah Aceh menuai apresiasi atas pengukuhan Majelis Adat Aceh (MAA), satu simpul lain justru masih kusut: Majelis Permusyawaratan Ulama (MPA) tak kunjung menemukan jalan keluar. Budayawan sekaligus akademisi FKIP Universitas Syiah Kuala, Dr. Herman RN, S.Pd., M.Pd, mengingatkan, keberhasilan menata satu lembaga tidak boleh menutupi stagnasi di lembaga lainnya.